Tuesday, February 25, 2014

Perilaku Konsumen (IKK 233)



Nama saya Soraya Feruzia, saya mahasiswi semester 6 jurusan Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor. Semester 6 adalah awal bagi saya untuk memilih Supporting Course. Apa itu  Supporting Course? Itu seperti kita dibebaskan memilih mata kuliah dari lintas fakultas untuk memenuhi syarat kelulusan yaitu 144 sks. Semester ini saya memilih Perilaku Konsumen yang merupakan mata kuliah dari departemen Ilmu Konsumen dan Keluarga.  Kuliah Perilaku Konsumen (IKK  233) ini periode Februari-Juni 2014. Kalian perlu tahu berapa kelas yang dibuka untuk mata kuliah ini. Ada tujuh kelas! Bayangkan dan itu semua berasal dari jurusan lain yang bukan dari departemen IKK. Keren banget! Pengajar-pengajar mata kuliah Perilaku Konsumen (Perilkon) ini ada: Prof Dr Ir Ujang Sumarwan, MSc sebagai koordinator mata kuliahnya. Dr Ir Lilik Noor Yuliati; MFSA; Ir MD Djamaluddin, MSc; Ir Retnaningsih, MS adalah dosen-dosen pengajar. Dosennya Pak Ujang keren banget. Beliau juga menulis buku untuk mata kuliah tersebut. Berikut gambar dari buku beliau:



Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Edisi 2 Cetakan 1. Jakarta: PT Ghalia Indonesia

Kesan pertama yang saya dapatkan dari kuliah pertama Perilaku Konsumen adalah Pak Ujang asik banget. Beliau mengajar dengan gaya yang berbeda dari dosen lainnya. Beberapa hal yang saya ingat adalah beliau mewawancarai satu per satu mahasiswa mengenai trend yang sedang hits dikalangan mahasiswa. Beberapa jawaban dari teman sangat lucu sehingga dapat menghidupkan suasana siang yang sangat terik dan membuat kantuk. “Trend yang saat ini lagi trend? Dimulai dari belakang?” sahut bapak Ujang. “Sholat lima waktu Pak!” segera gelak tawa satu kelas.Berhubung saya berasal dari Fakultas Ekologi Manusia, yang menarik dari yang saya pelajari adalah bagaimana menghilangkan sisa konsumsi yang merupakan masalah utama dari semua kegiatan industrialisasi. Beberapa cara menghiangkan sisa konsumsi adalah: memberikan, mebuang, mendaur ulang dan menjual kembali. Sebagai mahasiswa Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat yang selalu berinteraksi dengan masyarakat saya bertugas bagaimana mencerdaskan masyarakat dengan menjadi konsumen cerdas juga menjadi agen ekologi sejati sehingga saya bisa mengenalkan istilah daur ulang untuk benda-benda yang tidak dapat dijual kembali dengan menghindari perilaku membuang karena makin meningkatkan produktifitas sampah di lingkungan kita.