Nama
saya Soraya Feruzia, saya mahasiswi semester 6 jurusan Sains Komunikasi dan
Pengembangan Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.
Semester 6 adalah awal bagi saya untuk memilih Supporting Course. Apa itu Supporting Course? Itu seperti kita
dibebaskan memilih mata kuliah dari lintas fakultas untuk memenuhi syarat
kelulusan yaitu 144 sks. Semester ini saya memilih Perilaku Konsumen yang
merupakan mata kuliah dari departemen Ilmu Konsumen dan Keluarga. Kuliah Perilaku
Konsumen (IKK 233) ini periode
Februari-Juni 2014.
Kalian perlu tahu berapa kelas yang dibuka untuk mata kuliah ini. Ada tujuh
kelas! Bayangkan dan itu semua berasal dari jurusan lain yang bukan dari
departemen IKK. Keren banget! Pengajar-pengajar mata kuliah Perilaku Konsumen
(Perilkon) ini ada: Prof Dr Ir Ujang Sumarwan, MSc sebagai koordinator mata
kuliahnya. Dr Ir Lilik Noor Yuliati; MFSA; Ir MD Djamaluddin, MSc; Ir
Retnaningsih, MS adalah dosen-dosen pengajar. Dosennya Pak Ujang keren banget.
Beliau juga menulis buku untuk mata kuliah tersebut. Berikut gambar dari buku
beliau:
Ujang Sumarwan. 2011.
Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Edisi 2 Cetakan 1.
Jakarta: PT Ghalia Indonesia
Kesan pertama yang
saya dapatkan dari kuliah pertama Perilaku Konsumen adalah Pak Ujang asik
banget. Beliau mengajar dengan gaya yang berbeda dari dosen lainnya. Beberapa
hal yang saya ingat adalah beliau mewawancarai satu per satu mahasiswa mengenai
trend yang sedang hits dikalangan mahasiswa. Beberapa jawaban dari teman sangat
lucu sehingga dapat menghidupkan suasana siang yang sangat terik dan membuat
kantuk. “Trend yang saat ini lagi trend? Dimulai dari belakang?” sahut bapak
Ujang. “Sholat lima waktu Pak!” segera gelak tawa satu kelas.Berhubung saya berasal
dari Fakultas Ekologi Manusia, yang menarik dari yang saya pelajari adalah
bagaimana menghilangkan sisa konsumsi yang merupakan masalah utama dari semua
kegiatan industrialisasi. Beberapa cara menghiangkan sisa konsumsi adalah:
memberikan, mebuang, mendaur ulang dan menjual kembali. Sebagai mahasiswa Sains
Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat yang selalu berinteraksi dengan
masyarakat saya bertugas bagaimana mencerdaskan masyarakat dengan menjadi
konsumen cerdas juga menjadi agen ekologi sejati sehingga saya bisa mengenalkan
istilah daur ulang untuk benda-benda yang tidak dapat dijual kembali dengan
menghindari perilaku membuang karena makin meningkatkan produktifitas sampah di
lingkungan kita.

No comments:
Post a Comment